Showing posts with label PT BEST PROFIT FUTURES. Show all posts
Showing posts with label PT BEST PROFIT FUTURES. Show all posts

Wednesday, January 21, 2026

Masyarakat Makin Minati Perdagangan Emas Fisik secara Digital di Bursa Berjangka

 Ilustrasi Emas.

Ilustrasi Emas. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Indonesia terlihat makin meminati pembelian emas fisik secara digital melalui Bursa Berjangka. Hal ini terlihat dari catatan transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) tahun 2025. Sepanjang tahun 2025, volume perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX tercatat sebesar 58.654.322 gram, tumbuh 25,20% dibandingkan tahun 2024 dengan volume transaksi sebesar 46.849.357 gram. Adapun dari nilai transaksi, perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX pada tahun 2025 tercatat senilai Rp 115,6 triliun, tumbuh 101,04% dibandingkan tahun 2024 dengan nilai transaksi sebesar Rp 57,5 triliun.

Terkait minat masyarakat untuk membeli emas secara digital ini, Pengamat Ekonomi dan Investasi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi & Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung Yoyok Prasetyo mengatakan, makin meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan investasi di emas secara digital ini merupakan hal positif dalam dunia investasi di Indonesia.

“Investasi di emas yang pembeliannya dilakukan secara digital, merupakan sebuah alternatif untuk memperkaya portofolio investasi masyarakat. Selanjutnya yang menjadi pekerjaan rumah para pemangku kepentingan di ekosistem ini adalah terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait keamanan transaksi. Hal ini menjadi penting, karena masyarakat melihat aspek keamanan transaksi sebagai hal yang penting dalam mereka melakukan investasi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Direktur ICDX Nursalam mengatakan, meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan pembelian emas fisik secara digital melalui Bursa Berjangka ini karena ada beberapa faktor. Pertama, adalah dari sisi praktis. Dalam hal ini, masyarakat yang berkeinginan membeli emas, tidak perlu datang ke gerai penjualan emas, tapi cukup menggunakan aplikasi di smartphone.  Kedua, ini adalah dampak positif dari digitalisasi yang menyentuh ke semua sektor kehidupan, tidak terkecuali dalam hal masyarakat membeli emas. Ketiga, para generasi muda atau Gen Z yang telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, mulai melakukan investasi emas secara digital ini dengan nilai sesuai kemampuan mereka.

“Melihat tren positif ini, harapan kami di tahun 2026 ini volume transaksi bisa tumbuh sekitar 30%. Kami sebagai bursa penyelenggara tentunya berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kepada para pemangku kepentingan. Kami memiliki keyakinan, perdagangan emas fisik secara digital ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang berkeinginan melakukan investasi emas, namun dengan cara yang praktis. Selain itu, mekanisme ini juga kami pastikan aman, di mana dalam perdagangan ini diawasi oleh pemerintah dalam hal ini Bappebti, Lembaga Kliring yang berperan menjadi lembaga penjaminan dan penyelesaian transaksi serta Lembaga Depository yang berperan menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital”, ungkap Nursalam.

Sebagai informasi, pengaturan terkait perdagangan pasar fisik emas secara digital di Indonesia tertuang dalam Peraturan Bappebti Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka.  

Monday, January 12, 2026

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.600, Perak Cetak Rekor Baru

 Harga emas global naik lebih dari 2 persen pada didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga emas global naik lebih dari 2 persen pada didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). (AP)

Singapura, Beritasatu.com – Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus level US$ 4.600 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026). Kenaikan harga logam mulia ini didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Emas spot melonjak 1,3% ke level US$ 4.469,49 per ons. Sepanjang perdagangan, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.600,33 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2% ke posisi US$ 4.591,10 per ons.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menilai faktor geopolitik menjadi pendorong utama penguatan harga emas dan perak. Menurut dia, risiko geopolitik memicu momentum bullish intraday di pasar logam mulia.

ADVERTISEMENT

Ketegangan meningkat setelah kelompok hak asasi manusia melaporkan lebih dari 500 orang tewas dalam gelombang kerusuhan di Iran. Pemerintah Teheran juga mengancam akan menyerang pangkalan militer AS apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang Iran demi mendukung para pengunjuk rasa.

Situasi di Iran terjadi di tengah sikap agresif Trump dalam kebijakan luar negeri, termasuk keberhasilannya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta wacana akuisisi Greenland, baik melalui pembelian maupun kekuatan militer.

Dari sisi ekonomi, data tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan pada Desember melambat lebih dalam dari perkiraan, dipicu oleh penurunan tenaga kerja di sektor konstruksi, ritel, dan manufaktur. Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun, menandakan pasar tenaga kerja belum mengalami pelemahan signifikan.

Pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang tahun ini. Kondisi pasar tenaga kerja yang melemah dinilai meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Minggu (11/1/2026) mengungkapkan pemerintahan Trump sempat mengancamnya dengan dakwaan pidana terkait kesaksiannya di Kongres. Powell menyebut ancaman tersebut sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar segera menurunkan suku bunga.

Pelemahan dolar AS dari level tertinggi dalam satu bulan terakhir turut menopang kenaikan harga logam mulia. Aset tanpa imbal hasil seperti emas cenderung diminati saat suku bunga rendah dan ketidakpastian global meningkat.

Harga perak spot melonjak 3,5% ke US$ 82,72 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 83,96 per ons.

Sementara itu, platinum spot naik 3,2% ke US$ 2.345,40 per ons, mendekati rekor tertinggi US$ 2.478,50 per ons yang tercatat pada 29/12/2025. Paladium juga menguat 3,3% ke posisi US$ 1.875,68 per ons.

Thursday, December 18, 2025

Kehabisan Tenaga, IHSG Sesi I Hari Ini Tertahan pada 8.678

 IHSG Hari Ini.

IHSG Hari Ini. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mendatar pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (18/12/2025).

IHSG hanya menguat tipis 0,96 poin atau 0,01% ke level 8.678,3, dengan pergerakan harian berada di kisaran 8.656 hingga 8.730.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan pada sesi I mencapai 20,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,35 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.664.105 kali. Pada sesi tersebut, sebanyak 294 saham menguat, 364 saham melemah, dan 141 saham bergerak stagnan.

Secara sektoral, hanya tiga sektor yang ditutup di zona hijau. Sektor transportasi mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,58%, diikuti sektor keuangan yang naik 0,47% dan sektor barang konsumsi primer yang menguat 0,17%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pelemahan terjadi pada sektor barang konsumsi nonprimer yang turun 2,14%, sektor teknologi 1,19%, sektor energi 1,03%, sektor perindustrian 0,65%, serta sektor properti yang melemah 0,39%.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham bergerak negatif. Indeks Nikkei di Jepang merosot 0,82%, Hang Seng Hong Kong turun 0,24%, dan Straits Times Singapura melemah 0,25%. Adapun indeks Shanghai di China justru menguat 0,38%.

Adapun lima saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi membukukan lonjakan harga di kisaran 24% hingga 34%. Tiga saham di antaranya menyentuh batas ARA, yakni saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang melonjak 34,62% ke level Rp 140, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melesat 24,68% menjadi Rp 985, serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 24,56% ke Rp 1.065.

Saham lainnya yang juga mencatatkan penguatan signifikan adalah PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang naik 26,32% ke Rp 240 dan PT Pelayaran Nasional Bina Buana Tbk (BBRM) yang menguat 25,68% menjadi Rp 186.

Sebaliknya, sejumlah saham mengalami tekanan dan masuk daftar top losers. Saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin pelemahan dengan penurunan 15% ke Rp 3.060 sehingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Pelemahan juga dialami saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang turun 13,25% ke Rp 2.160, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) merosot 13,22% ke Rp 105, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) melemah 11,33% ke Rp 133, serta PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) yang turun 11,17% ke Rp 318.

Friday, December 12, 2025

Harga Perak Antam 12 Desember Naik seusai Silver Spot Menguat 3 Persen

 Ilustrasi perak Antam

Ilustrasi perak Antam (Logam Mulia)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak domestik produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatat penguatan pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Berdasarkan informasi dari laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 800 menjadi Rp 39.239 per gram.

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (11/12/2025), harga perak Antam Rp 590 hingga mencapai Rp 38.435 per gram.

Untuk produk perak murni, harga dasar perak Antam berat 250 gram pada Kamis tercatat Rp 10,208 juta Sementara itu, harga perak murni ukuran 500 gram dipatok pada Rp 19,617 juta.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga perak domestik ini berlangsung seiring reli perak global pasca keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rentang 3,5%-3,75%.

Harga perak mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (11/12/2025), naik hampir 3% dan kembali menembus rekor tertinggi sepanjang masa setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Hingga Jumat (12/12/2025) pagi WIB, perak diperdagangkan di kisaran US$ 63,08 per ons troi setelah sentuh rekor baru di US$ 64,31 per ons troi.