Friday, November 6, 2026

Cadangan Devisa Indonesia Naik US$ 500 Juta Jadi US$ 146,8 Miliar

 Ilustrasi dolar AS.

Ilustrasi dolar AS. (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 146,8 miliar pada akhir Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat US$ 500 juta atau sekitar 0,34% dibandingkan posisi akhir September 2026 sebesar US$ 146,3 miliar.

BI menyebut kenaikan cadangan devisa terutama ditopang oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Peningkatan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

×

"Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," demikian keterangan resmi BI yang disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Jumat (6/11/2026).

Dengan posisi tersebut, cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

ADVERTISEMENT

BI menilai posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Kondisi ini dinilai mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Optimisme tersebut didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing.

Aliran modal asing diperkirakan tetap didukung persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi Indonesia yang masih menarik.

"Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," demikian pernyataan BI.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian nasional.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tulis BI.