
Batang, Beritasatu.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menilai pengembangan rumah subsidi di kawasan industri memiliki prospek yang menjanjikan. Program tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama kalangan buruh.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan sekitar 74% penerima manfaat rumah subsidi berasal dari kalangan buruh atau pekerja swasta. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan hunian layak di kawasan industri.
"Saya kira sangat bagus. Kalau kita lihat profiling-nya, yang mengakses rumah subsidi dari sisi profesi, 74%-nya buruh atau pekerja swasta," ujar Heru dilansir dari Antara, Jumat (31/7/2026).
Heru mengatakan BP Tapera juga telah berdiskusi dengan Bupati Batang Faiz Kurniawan mengenai peluang pembangunan rumah subsidi di kawasan industri. Salah satu opsi yang dibahas ialah pemanfaatan lahan milik kawasan industri melalui kerja sama dengan pengembang untuk membangun hunian vertikal bersubsidi.
"Jadi prospeknya juga sangat bagus. Kami sudah berdialog dengan Bupati Batang terkait kawasan industri. Misalkan kawasan industri itu punya tanah, bisa enggak bekerja sama dengan developer untuk didirikan hunian vertikal," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebelumnya menyampaikan buruh menjadi kelompok profesi terbesar yang memanfaatkan rumah tapak bersubsidi pada 2025.
Menurut Maruarar, tingginya minat buruh menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki rumah sebagai kebutuhan dasar selain sandang dan pangan.
Berdasarkan data BP Tapera, pemerintah menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk 278.868 unit rumah sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 66.000 unit dimanfaatkan oleh kalangan buruh.
Maruarar mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan kepemilikan rumah sejak dini. Ia berharap penyaluran FLPP maupun skema pembiayaan rumah subsidi lainnya dapat terus meningkat pada 2026.
Salah satu proyek yang dipersiapkan bagi buruh berada di kawasan Meikarta, Lippo Cikarang, Jawa Barat. Pemerintah bersama pengembang saat ini mulai membangun rumah susun bersubsidi di kawasan tersebut dan menargetkan akad pembelian dapat dimulai pada akhir 2026.
Pengembangan hunian bersubsidi di Meikarta mencakup 141.000 unit yang dibangun di tiga lokasi dengan total luas lahan sekitar 30 hektare. Lahan tersebut merupakan hibah dari Lippo Group.
