Wednesday, August 12, 2026

Banyak Musuh, Trump Dipindah ke Pesawat Militer Pakai Truk Katering

 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AFP/Kent Nishimura)

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diam-diam meninggalkan Turkiye dengan menggunakan pesawat militer pada Juli lalu di tengah dugaan ancaman pembunuhan dari Iran. Padahal, Gedung Putih sebelumnya secara terbuka menyatakan Trump berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.

Informasi tersebut diungkap media AS, The Washington Post, pada Senin (10/8/2026) waktu setempat dengan mengutip keterangan dari sejumlah pejabat AS dan sumber yang mengetahui aksi penggantian pesawat tersebut, melansir Antara

Menurut laporan tersebut, Trump awalnya menaiki pesawat Air Force One yang usianya sudah lebih tua saat di Ankara. Namun, beberapa menit kemudian, ia diam-diam dipindahkan ke pesawat militer Air Force C-32A yang berukuran lebih kecil.

Mengutip Anadolu, Selasa (11/8/2026), proses pemindahan dilakukan menggunakan truk katering bandara. Manuver tersebut disebut dirancang untuk menyembunyikan keberadaan Trump dari publik, wartawan, serta sejumlah staf Gedung Putih. Operasi itu dilakukan pada malam setelah pasukan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran.

ADVERTISEMENT

Trump berada di Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 7-8 Juli 2026 bersama sejumlah pemimpin dunia. Saat itu, muncul dugaan ancaman terhadap keselamatan Trump. 

Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung mengatakan, pesawat Air Force One pemberian Qatar tersebut digunakan untuk memastikan keselamatan sang presiden.

“Seperti yang baru-baru ini disampaikan presiden, ada banyak musuh AS yang mengincarnya. Kami menggunakan setiap sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut,” jelas Steven. 

No comments:

Post a Comment