Monday, March 16, 2026

Pekan Ini hanya 2 Hari Perdagangan Bursa, Simak Pilihan Saham Berikut

 Pegawai mengamati data pergerakan saham di kantor sebuah sekuritas di Jakarta, belum lama ini.

Pegawai mengamati data pergerakan saham di kantor sebuah sekuritas di Jakarta, belum lama ini. (Investor Daily/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, seiring masih dominannya sentimen eksternal yang membayangi pasar. Terlebih, pekan ini perdagangan bursa hanya berlangsung 2 hari.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT). Hari Rachmansyah mengungkapkan, Ketidakpastian global masih dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda deeskalasi atau titik terang menuju perdamaian.

Advertisements

"Selama konflik tersebut masih berlangsung, volatilitas pasar global diperkirakan tetap tinggi karena investor cenderung mengadopsi sikap risk-off. Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah terkait upaya menjaga defisit APBN agar tetap terkendali, yang menjadi indikator penting bagi investor asing dan domestik dalam menilai stabilitas makroekonomi Indonesia," jelas dia dalam risetnya, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan selain itu, faktor musiman menjelang libur panjang Lebaran berpotensi membuat aktivitas transaksi pasar relatif lebih terbatas, dengan sebagian investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi baru hingga periode libur berakhir.

Dalam kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian ini, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham, memprioritaskan emiten dengan fundamental kuat, arus kas stabil, serta eksposur yang relatif defensif terhadap volatilitas global.

"Strategi smart money wait and see, menjaga porsi kas yang lebih tinggi, serta melakukan akumulasi bertahap pada area support dapat menjadi pendekatan yang lebih prudent sambil menunggu kejelasan perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan fiskal domestic,” cetus dia.

Dia pun merekomendasikan trading pada saham-saham uptrend berikut ini:

1. BUY PTBA (Entry: 2910, target price (TP): 3130, stop loss (SL): 2870). Secara teknikal, PTBA masih bergerak uptrend didukung dengan aliran dana asing yang besar di pekan kemarin sejumlah 137 Bio. PTBA masih bisa melanjutkan kenaikannya seiring dengan sentimen kenaikan harga batu bara global.

2. BUY INDY (Entry: 3620, target price (TP): 4150, stop loss (SL): 3370). Secara teknikal, INDY saat ini masih bergerak dalam uptrend channel-nya dan berada dalam area support. INDY berpotensi mengalami reversal setelah menguat pada hari Jumat.

3. BUY LSIP (Entry: 1290, target price (TP): 1330, stop loss (SL): 1260). Secara teknikal LSIP bergerak uptrend dengan potensi melanjutkan kenaikannya setelah pada hari Jumat bertahan di atas EMA-5 dan potensi akumulasi asing sebesar 445 Bio yang terjadi sejak awal Maret.

4. Buy Obligasi FR106 dan FR0101. Instrumen pendapatan tetap juga menarik untuk diperhatikan pekan ini. Bagi investor yang ingin memperoleh imbal hasil maksimal, seri FR106 dengan YTM 6,81% dapat menjadi pilihan utama karena menawarkan return kompetitif dengan tenor panjang. Sementara itu, untuk investor yang lebih mengutamakan fleksibilitas dengan tenor jangka pendek, seri FR0101 dengan YTM 5.81% tetap memberikan peluang menarik.

No comments:

Post a Comment