Monday, January 12, 2026

Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.600, Perak Cetak Rekor Baru

 Harga emas global naik lebih dari 2 persen pada didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga emas global naik lebih dari 2 persen pada didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). (AP)

Singapura, Beritasatu.com – Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus level US$ 4.600 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026). Kenaikan harga logam mulia ini didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik global serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Emas spot melonjak 1,3% ke level US$ 4.469,49 per ons. Sepanjang perdagangan, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.600,33 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2% ke posisi US$ 4.591,10 per ons.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menilai faktor geopolitik menjadi pendorong utama penguatan harga emas dan perak. Menurut dia, risiko geopolitik memicu momentum bullish intraday di pasar logam mulia.

ADVERTISEMENT

Ketegangan meningkat setelah kelompok hak asasi manusia melaporkan lebih dari 500 orang tewas dalam gelombang kerusuhan di Iran. Pemerintah Teheran juga mengancam akan menyerang pangkalan militer AS apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang Iran demi mendukung para pengunjuk rasa.

Situasi di Iran terjadi di tengah sikap agresif Trump dalam kebijakan luar negeri, termasuk keberhasilannya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta wacana akuisisi Greenland, baik melalui pembelian maupun kekuatan militer.

Dari sisi ekonomi, data tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan pada Desember melambat lebih dalam dari perkiraan, dipicu oleh penurunan tenaga kerja di sektor konstruksi, ritel, dan manufaktur. Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun, menandakan pasar tenaga kerja belum mengalami pelemahan signifikan.

Pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang tahun ini. Kondisi pasar tenaga kerja yang melemah dinilai meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Minggu (11/1/2026) mengungkapkan pemerintahan Trump sempat mengancamnya dengan dakwaan pidana terkait kesaksiannya di Kongres. Powell menyebut ancaman tersebut sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar segera menurunkan suku bunga.

Pelemahan dolar AS dari level tertinggi dalam satu bulan terakhir turut menopang kenaikan harga logam mulia. Aset tanpa imbal hasil seperti emas cenderung diminati saat suku bunga rendah dan ketidakpastian global meningkat.

Harga perak spot melonjak 3,5% ke US$ 82,72 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 83,96 per ons.

Sementara itu, platinum spot naik 3,2% ke US$ 2.345,40 per ons, mendekati rekor tertinggi US$ 2.478,50 per ons yang tercatat pada 29/12/2025. Paladium juga menguat 3,3% ke posisi US$ 1.875,68 per ons.

No comments:

Post a Comment