Thursday, December 18, 2025

Kehabisan Tenaga, IHSG Sesi I Hari Ini Tertahan pada 8.678

 IHSG Hari Ini.

IHSG Hari Ini. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mendatar pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (18/12/2025).

IHSG hanya menguat tipis 0,96 poin atau 0,01% ke level 8.678,3, dengan pergerakan harian berada di kisaran 8.656 hingga 8.730.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan pada sesi I mencapai 20,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,35 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.664.105 kali. Pada sesi tersebut, sebanyak 294 saham menguat, 364 saham melemah, dan 141 saham bergerak stagnan.

Secara sektoral, hanya tiga sektor yang ditutup di zona hijau. Sektor transportasi mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,58%, diikuti sektor keuangan yang naik 0,47% dan sektor barang konsumsi primer yang menguat 0,17%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pelemahan terjadi pada sektor barang konsumsi nonprimer yang turun 2,14%, sektor teknologi 1,19%, sektor energi 1,03%, sektor perindustrian 0,65%, serta sektor properti yang melemah 0,39%.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham bergerak negatif. Indeks Nikkei di Jepang merosot 0,82%, Hang Seng Hong Kong turun 0,24%, dan Straits Times Singapura melemah 0,25%. Adapun indeks Shanghai di China justru menguat 0,38%.

Adapun lima saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi membukukan lonjakan harga di kisaran 24% hingga 34%. Tiga saham di antaranya menyentuh batas ARA, yakni saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang melonjak 34,62% ke level Rp 140, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melesat 24,68% menjadi Rp 985, serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 24,56% ke Rp 1.065.

Saham lainnya yang juga mencatatkan penguatan signifikan adalah PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang naik 26,32% ke Rp 240 dan PT Pelayaran Nasional Bina Buana Tbk (BBRM) yang menguat 25,68% menjadi Rp 186.

Sebaliknya, sejumlah saham mengalami tekanan dan masuk daftar top losers. Saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin pelemahan dengan penurunan 15% ke Rp 3.060 sehingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Pelemahan juga dialami saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang turun 13,25% ke Rp 2.160, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) merosot 13,22% ke Rp 105, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) melemah 11,33% ke Rp 133, serta PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) yang turun 11,17% ke Rp 318.

Friday, December 12, 2025

Harga Perak Antam 12 Desember Naik seusai Silver Spot Menguat 3 Persen

 Ilustrasi perak Antam

Ilustrasi perak Antam (Logam Mulia)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga perak domestik produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatat penguatan pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Berdasarkan informasi dari laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 800 menjadi Rp 39.239 per gram.

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (11/12/2025), harga perak Antam Rp 590 hingga mencapai Rp 38.435 per gram.

Untuk produk perak murni, harga dasar perak Antam berat 250 gram pada Kamis tercatat Rp 10,208 juta Sementara itu, harga perak murni ukuran 500 gram dipatok pada Rp 19,617 juta.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga perak domestik ini berlangsung seiring reli perak global pasca keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve atau The Fed yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rentang 3,5%-3,75%.

Harga perak mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (11/12/2025), naik hampir 3% dan kembali menembus rekor tertinggi sepanjang masa setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Hingga Jumat (12/12/2025) pagi WIB, perak diperdagangkan di kisaran US$ 63,08 per ons troi setelah sentuh rekor baru di US$ 64,31 per ons troi.