
Roma, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Italia Antonio Tajani menegaskan negaranya tidak terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Pernyataan itu bahkan disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah munculnya tudingan mengenai keterlibatan Italia dalam agresi Washington tersebut.
Melalui unggahan di akun X pada Kamis (25/6/2026), Tajani menegaskan Italia tidak pernah berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran maupun mengizinkan pangkalan militernya digunakan untuk kepentingan tersebut.
"Italia tidak pernah mengambil bagian dalam inisiatif militer apa pun dan tidak pernah mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk aksi militer terhadap Iran, sesuai dengan perjanjian yang berlaku dengan AS," tulis Tajani.
Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang sehari sebelumnya menyebut AS telah melakukan sekitar 500 penerbangan dari wilayah Italia untuk mendukung operasi militer terhadap Iran, dikutip dari Antara, Jumat (26/6/2026).
Selain menepis tudingan tersebut, Tajani juga meminta pemerintah Iran segera memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz guna menjamin kelancaran distribusi barang, termasuk kapal-kapal kargo milik Italia.
Ia menekankan, justru pembukaan kembali Kedutaan Besar Italia di Teheran menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat dialog damai serta memulihkan hubungan ekonomi dan budaya antara kedua negara.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut Italia dan Rumania sebagai negara yang disebut Mark Rutte ikut berpartisipasi dalam agresi terhadap Iran.
Menurut Baghaei, kedua negara tersebut, bersama sejumlah negara Eropa lainnnya mendukung serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, perlu memberikan penjelasan kepada publik internasional terkait alasan di balik sikap mereka.
Senada dengan Tajani, Kementerian Pertahanan Italia juga tegas membantah pernyataan Mark Rutte dan menyebut informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta.
Kementerian Pertahanan Italia mengatakan selama operasi militer terhadap Iran, aktivitas yang diizinkan dari pangkalan militer AS di Italia hanya terbatas pada penerbangan teknis dan logistik, bukan untuk mendukung operasi tempur memborbardir Iran.
No comments:
Post a Comment